Februari 2026 - NETIZEN MUDA

Kamis, 26 Februari 2026

Momentum Ramadan, AKBP Agung Tribawanto Pererat Silaturahmi dengan Warga

 

PASAMAN BARAT – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M kembali ditunjukkan jajaran Polres Pasaman Barat. Dipimpin langsung Kapolres Pasaman Barat Agung Tribawanto, ratusan paket takjil dibagikan kepada masyarakat pada Kamis (26/2/2026) sore.

Kegiatan sosial tersebut digelar di depan jalan utama Mapolres Pasaman Barat dan langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang melintas. Sejak pukul 16.30 WIB, personel Polres bersama pengurus Bhayangkari telah bersiaga membagikan takjil kepada pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki.

Aksi berbagi ini juga melibatkan Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat, Ny. Panca Agung, beserta jajaran pengurus. Kehadiran Bhayangkari semakin menambah nuansa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menyampaikan bahwa pembagian takjil merupakan bentuk nyata kepedulian Polri, khususnya bagi masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

“Sebanyak 400 paket takjil kami bagikan kepada masyarakat yang melintas di depan Mapolres Pasaman Barat. Ini adalah wujud kepedulian dan kebersamaan kami dengan masyarakat di bulan penuh berkah ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Ramadan dinilai menjadi momentum tepat untuk menumbuhkan empati, memperkuat kebersamaan, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

Sementara itu, Ny. Panca Agung menyampaikan bahwa Bhayangkari Cabang Pasaman Barat senantiasa mendukung kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, berbagi takjil bukan sekadar memberi makanan berbuka, tetapi juga sarana menebar kebaikan dan mempererat tali persaudaraan.

Masyarakat penerima takjil pun tampak mengapresiasi kegiatan tersebut. Banyak pengendara menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian jajaran Polres Pasaman Barat. Suasana hangat penuh keakraban terlihat saat Kapolres dan jajaran menyapa langsung warga sambil membagikan paket takjil.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar hingga menjelang waktu berbuka. Polres Pasaman Barat berkomitmen terus menghadirkan kegiatan sosial serupa sepanjang Ramadan sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan.

EYS

Sabtu, 21 Februari 2026

AKBP Agung Tribawanto Tegaskan Polisi Harus Kuat Iman dan Integritas

 

PASAMAN BARAT | Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menegaskan komitmennya membangun institusi kepolisian yang tidak hanya profesional dalam tugas, tetapi juga kuat secara spiritual. Komitmen itu terlihat dalam kegiatan Launching “Polisi Mengaji One Day One Khatam Al-Qur’an” yang digelar di Masjid Agung Baitul Ilmi Kabupaten Pasaman Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui zoom meeting tersebut diikuti jajaran kepolisian secara serentak. Namun di Pasaman Barat, kehadiran langsung AKBP Agung Tribawanto bersama para ulama, tokoh masyarakat, dan personel menjadikan suasana terasa lebih hangat dan penuh makna.

Dengan mengenakan seragam dinas lengkap, AKBP Agung Tribawanto tampak duduk bersila bersama personel dan jamaah. Tidak ada sekat antara pimpinan dan anggota. Semua larut dalam lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibaca secara tartil dan khusyuk.

Launching gerakan One Day One Khatam Al-Qur’an ini bukan sekadar agenda rutin. Di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, kegiatan ini diarahkan menjadi gerakan pembinaan rohani berkelanjutan bagi seluruh personel Polres Pasaman Barat.

Menurutnya, tugas kepolisian bukan hanya soal penegakan hukum dan menjaga keamanan, tetapi juga menjaga integritas diri. “Al-Qur’an menjadi pedoman moral dalam setiap langkah pengabdian. Polisi yang dekat dengan kitab sucinya akan lebih bijak, lebih sabar, dan lebih humanis dalam melayani masyarakat,” tegas AKBP Agung Tribawanto dalam sambutannya.

Ia menambahkan, gerakan Polisi Mengaji diharapkan mampu membentuk karakter Bhayangkara yang berakhlak, disiplin, dan berempati terhadap masyarakat. Spirit religius menjadi pondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.

Masjid Agung Baitul Ilmi menjadi saksi kebersamaan antara aparat kepolisian dan tokoh agama. Para ulama memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang digagas jajaran kepolisian tersebut. Sinergi ini dinilai sebagai langkah strategis membangun hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.

AKBP Agung Tribawanto juga menekankan bahwa pembinaan rohani harus berjalan beriringan dengan peningkatan profesionalisme. Dengan keseimbangan itu, Polres Pasaman Barat diharapkan mampu menjadi institusi yang dipercaya dan dicintai masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat. Personel yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an hingga doa bersama. Momentum ini menjadi refleksi spiritual sekaligus penguatan soliditas internal.

Gerakan One Day One Khatam Al-Qur’an menjadi simbol bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius dan moral.

Di akhir kegiatan, AKBP Agung Tribawanto berharap program ini terus berkelanjutan dan menjadi budaya di lingkungan Polres Pasaman Barat. Ia meyakini, perubahan besar selalu dimulai dari pembinaan diri.

Dengan langkah ini, AKBP Agung Tribawanto kembali menegaskan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang komando, tetapi juga keteladanan. Polisi yang kuat iman dan akhlaknya akan semakin kokoh dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Kamis, 19 Februari 2026

Patroli Mashur Bersama Kombes Pol Reza, Dirlantas Sumbar Jaga Kamtibmas Sambil Berbagi

 

SUMBAR | Suasana dini hari di Sumatera Barat terasa berbeda. Di tengah sunyinya jalanan menjelang sahur, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar hadir menyapa masyarakat melalui kegiatan “Patroli Mashur” atau Patroli Makan Sahur. Di bawah komando Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sekaligus komitmen menjaga keamanan selama Ramadan.

Patroli Mashur bukan sekadar patroli rutin. Kegiatan ini memadukan pengawasan keamanan dan ketertiban lalu lintas dengan aksi sosial membagikan makanan sahur kepada warga yang membutuhkan, pengendara yang masih beraktivitas, hingga pekerja malam yang belum sempat menyiapkan santap sahur.

Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum memperkuat nilai kemanusiaan dalam pelayanan kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas. “Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman, nyaman, dan tetap tertib berlalu lintas, bahkan di jam-jam rawan menjelang sahur,” ujarnya.

Didampingi Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., jajaran Ditlantas menyusuri sejumlah titik strategis. Fokus utama tetap pada pencegahan balap liar, potensi kecelakaan lalu lintas, serta gangguan kamtibmas yang kerap muncul saat malam hingga dini hari.

Namun di sela patroli, sentuhan humanis begitu terasa. Petugas menyapa pengendara dengan ramah, membagikan paket sahur, sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara. Pendekatan persuasif menjadi prioritas, sejalan dengan semangat pelayanan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.

Bagi Dirlantas Polda Sumbar, menjaga kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas) di bulan Ramadan memiliki tantangan tersendiri. Aktivitas masyarakat meningkat, terutama menjelang sahur dan usai salat tarawih. Karena itu, kehadiran polisi di lapangan menjadi langkah preventif yang strategis.

Kombes Pol Reza menekankan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momen refleksi, termasuk dalam berlalu lintas. “Tertib di jalan adalah bagian dari ibadah. Keselamatan diri dan orang lain harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Kegiatan Patroli Mashur juga menjadi ruang dialog antara polisi dan masyarakat. Banyak warga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ditlantas Polda Sumbar yang tidak hanya mengawasi, tetapi juga berbagi dan peduli. Kehangatan interaksi itu mencerminkan wajah Polri yang humanis.

Di sisi lain, Wakil Dirlantas AKBP Yudho Huntoro menambahkan bahwa patroli ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama Ramadan. Pihaknya ingin memastikan situasi Sumatera Barat tetap aman, tertib, dan kondusif.

Dengan konsep patroli yang adaptif dan responsif, Ditlantas Polda Sumbar membuktikan bahwa tugas lalu lintas bukan sekadar penindakan, tetapi juga edukasi dan empati sosial. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas selama bulan suci.

Patroli Mashur menjadi simbol bahwa Dirlantas hadir bukan hanya sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Di tengah cahaya lampu jalan dan suasana dini hari, pesan keselamatan disampaikan dengan cara yang lebih menyentuh.

Ramadan tahun ini pun terasa lebih bermakna. Di jalan-jalan Sumatera Barat, kehadiran jajaran Ditlantas Polda Sumbar menjadi bukti bahwa keamanan dan kepedulian dapat berjalan beriringan.

Melalui Patroli Mashur, Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan komitmennya: menjadikan Ditlantas Polda Sumbar sebagai institusi yang profesional, humanis, dan senantiasa hadir untuk masyarakat.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Rabu, 18 Februari 2026

RAMADHAN 1447 H, KOMBES POL H.M. REZA CHAIRUL AKBAR SIDIQ TEKANKAN KESELAMATAN DAN DISIPLIN BERKENDARA

 

SUMBAR | Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana religius dan penuh harap menyelimuti Sumatera Barat. Di tengah semangat memperbaiki diri dan memperkuat keimanan, Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat.

Menurutnya, Ramadhan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga ruang refleksi dalam kehidupan sosial, termasuk dalam budaya berlalu lintas. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan di jalan raya merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan wujud kepedulian terhadap keselamatan sesama.

“Ramadhan mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan empati. Nilai-nilai itu harus tercermin saat kita berkendara. Jangan karena tergesa menuju berbuka puasa, kita mengabaikan keselamatan,” tegasnya.

Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq menyoroti bahwa setiap bulan Ramadhan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat, khususnya menjelang waktu berbuka dan selepas salat tarawih. Aktivitas di pusat kuliner, pasar pabukoan, dan kawasan masjid sering memicu kepadatan arus lalu lintas.

Kondisi tersebut, jika tidak diimbangi dengan kesadaran dan disiplin, berpotensi menimbulkan pelanggaran hingga kecelakaan lalu lintas. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan, menggunakan helm standar SNI, mengenakan sabuk pengaman, tidak melawan arus, serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk keluarga yang menunggu di rumah,” ujarnya.

Selama bulan suci, jajaran Ditlantas Polda Sumbar akan mengoptimalkan pengaturan lalu lintas, meningkatkan patroli di titik rawan kemacetan, serta memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan guna menciptakan suasana Ramadhan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga keselamatan di jalan raya sejatinya adalah bentuk ibadah sosial. Melindungi diri dan orang lain dari risiko kecelakaan merupakan bagian dari menjaga kehidupan, yang memiliki nilai luhur dalam ajaran agama.

Di akhir pesannya, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq bersama keluarga mendoakan agar seluruh masyarakat Sumatera Barat diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa hingga meraih kemenangan di Hari Raya.

Ramadhan 1447 H diharapkan menjadi titik balik lahirnya budaya tertib berlalu lintas yang semakin kuat di Ranah Minang, demi terwujudnya jalan raya yang aman, tertib, dan berkeadaban.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

AKBP Agung Tribawanto: Ramadan Momentum Perkuat Iman dan Kebersamaan di Pasaman Barat

 

PASAMAN BARAT | Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat Ny. Panca Agung serta jajaran Polres Pasaman Barat menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian, kedekatan, dan komitmen Polri dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat.

Dalam pesan resminya, AKBP Agung Tribawanto mengucapkan, “Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua senantiasa diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa serta diberikan keberkahan dan perlindungan oleh Allah SWT di bulan yang suci ini.” Pesan itu bukan sekadar formalitas, melainkan refleksi nilai spiritual yang ingin dibangun bersama masyarakat Pasaman Barat.

Didampingi Ny. Panca Agung yang tampil anggun dan penuh khidmat, Kapolres menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum introspeksi, memperbaiki diri, serta memperkuat hubungan sosial. Menurutnya, bulan suci bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat kepedulian terhadap sesama dan menjaga lisan serta perbuatan.

Suasana Ramadan selalu menghadirkan nuansa berbeda di Pasaman Barat. Aktivitas masyarakat meningkat, mulai dari tradisi berburu takjil, salat tarawih berjamaah, hingga kegiatan sosial keagamaan. Dalam konteks ini, Polres Pasaman Barat memastikan kesiapan personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar ibadah berjalan aman dan nyaman.

AKBP Agung Tribawanto juga menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarwarga. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang damai, menghindari provokasi, serta bijak dalam menggunakan media sosial selama Ramadan.

Sementara itu, Ny. Panca Agung menyampaikan bahwa Bhayangkari Cabang Pasaman Barat turut mendukung kegiatan sosial selama bulan suci, termasuk kegiatan berbagi dan silaturahmi dengan masyarakat. Ramadan, menurutnya, adalah waktu terbaik untuk memperluas empati dan mempererat persaudaraan.

Komitmen Polres Pasaman Barat dalam menjaga stabilitas kamtibmas selama Ramadan juga diwujudkan melalui peningkatan patroli, pengamanan tempat ibadah, serta koordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif agar situasi tetap kondusif.

Bagi AKBP Agung Tribawanto, kepolisian tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut merasakan makna spiritual Ramadan. Ia berharap, bulan suci ini menjadi titik balik untuk memperkuat moralitas, integritas, dan kebersamaan.

Ucapan selamat Ramadan yang disampaikan jajaran Polres Pasaman Barat pun mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak yang menilai pesan tersebut sebagai bentuk kedekatan emosional antara kepolisian dan warga, sekaligus penegasan bahwa Polri hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam nilai-nilai kemanusiaan.

Di penghujung pesannya, Kapolres kembali mengajak seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan penuh keberkahan, memperbanyak amal ibadah, menjaga persatuan, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta harmonis.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Selasa, 17 Februari 2026

Imlek 2577 Kongzili, AKBP Agung Tribawanto Bawa Pesan Kedamaian dan Persatuan

 

PASAMAN BARAT | Nuansa merah dan emas mulai menghiasi sejumlah sudut permukiman warga Tionghoa di Pasaman Barat. Lentera-lentera kecil tergantung rapi, doa-doa dipanjatkan, dan harapan baru disematkan menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026. Di tengah suasana penuh makna itu, Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., hadir menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat Ny. Panca Agung serta jajaran Polres, Kapolres menegaskan bahwa Imlek bukan sekadar perayaan pergantian tahun dalam penanggalan Kongzili. Lebih dari itu, Imlek adalah bagian dari mozaik besar kebudayaan Indonesia yang memperkaya identitas bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

“Perayaan Imlek merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia. Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman,” ujar AKBP Agung Tribawanto dengan penuh ketegasan.

Menurutnya, Kabupaten Pasaman Barat selama ini dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan hidup berdampingan secara harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya bukan menjadi pemisah, melainkan kekuatan sosial yang memperkokoh persaudaraan. Imlek, kata dia, menjadi momen refleksi untuk terus merawat semangat tersebut.

Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai titik tolak memperkuat kebersamaan. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif, terutama selama rangkaian perayaan berlangsung.

“Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan perayaan Imlek dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan,” tegasnya.

Komitmen itu bukan sekadar pernyataan simbolis. Polres Pasaman Barat telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan untuk memastikan setiap ibadah dan perayaan berjalan tanpa gangguan. Kehadiran personel di titik-titik strategis menjadi bentuk nyata pelayanan Polri kepada masyarakat.

Di sisi lain, Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat Ny. Panca Agung turut menyampaikan harapan agar semangat Imlek membawa keberkahan bagi keluarga-keluarga yang merayakan. Kehangatan dan kebersamaan, menurutnya, adalah inti dari setiap perayaan, termasuk Imlek yang sarat nilai kekeluargaan.

Semangat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili identik dengan harapan baru, rezeki yang lebih baik, serta kehidupan yang penuh kedamaian. Kapolres berharap nilai-nilai itu tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Tionghoa, tetapi menjadi inspirasi bersama dalam membangun Pasaman Barat yang aman dan harmonis.

Ucapan selamat yang disampaikan AKBP Agung Tribawanto bersama jajaran juga menjadi simbol bahwa Polri hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang apa pun. Prinsip keadilan, pelayanan, dan perlindungan diberikan secara setara demi terciptanya rasa aman bersama.

Dalam keberagaman yang terajut di Pasaman Barat, Tahun Baru Imlek tahun ini menjadi penegas bahwa persaudaraan adalah fondasi utama kehidupan bermasyarakat. Harapan-harapan baru pun menggantung, seiring doa yang dipanjatkan, agar tahun yang datang membawa keberuntungan, kesehatan, serta ketenteraman bagi semua.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Edukasi dan Penindakan Terukur Warnai Operasi Keselamatan Singgalang 2026

 

SUMBAR | Operasi Keselamatan Singgalang 2026 resmi berakhir dengan capaian menggembirakan. Kepolisian Daerah Sumatera Barat mencatat angka fatalitas kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sebesar 27 persen dibandingkan periode sebelumnya. Capaian ini menjadi indikator penting bahwa pendekatan preventif dan edukatif yang dikedepankan dalam operasi tersebut mulai membuahkan hasil nyata di tengah masyarakat.

Selama pelaksanaan operasi, petugas tidak hanya fokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga mengedepankan pola persuasif dan humanis. Sosialisasi keselamatan berkendara digencarkan di berbagai titik, mulai dari pusat kota hingga kawasan pinggiran. Edukasi dilakukan kepada pengendara roda dua maupun roda empat, termasuk pengemudi angkutan umum dan pelajar.

Penurunan angka kematian akibat kecelakaan ini dinilai sebagai buah dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Kepatuhan terhadap penggunaan helm standar, sabuk pengaman, serta kelengkapan surat-surat kendaraan terlihat lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di sejumlah ruas jalan utama, pelanggaran kasat mata seperti melawan arus dan tidak memakai helm juga mulai berkurang.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa operasi ini bukan semata-mata soal tilang atau penegakan hukum, melainkan upaya membangun budaya tertib berlalu lintas. Pendekatan preventif menjadi prioritas, terutama dalam menekan potensi kecelakaan yang berujung fatalitas. Patroli rutin dan penjagaan di titik rawan kecelakaan turut diperkuat selama operasi berlangsung.

Selain itu, koordinasi lintas sektor juga memainkan peran penting. Dukungan dari instansi terkait, pemerintah daerah, hingga komunitas masyarakat membantu menciptakan suasana lalu lintas yang lebih tertib dan terkendali. Kampanye keselamatan jalan digaungkan melalui berbagai media dan forum publik.

Meski angka fatalitas menurun, kepolisian tetap mencatat adanya pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan. Pelanggaran seperti penggunaan ponsel saat berkendara, tidak mematuhi rambu, serta berkendara melebihi batas kecepatan masih menjadi perhatian serius. Karena itu, pengawasan dan edukasi akan terus dilanjutkan meski operasi telah resmi ditutup.

Keberhasilan menekan angka kematian hingga 27 persen menjadi refleksi bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat sangat menentukan. Budaya tertib tidak bisa dibangun secara instan, tetapi melalui proses berkelanjutan yang konsisten. Operasi Keselamatan Singgalang 2026 menjadi salah satu momentum penting dalam proses tersebut.

Di sisi lain, aparat mengingatkan bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Setiap pengendara memiliki peran dalam menciptakan lalu lintas yang aman, nyaman, dan beradab. Kepatuhan terhadap aturan bukan hanya untuk menghindari sanksi, tetapi demi melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi akan menjadi bahan perbaikan ke depan. Strategi yang efektif akan dipertahankan, sementara pendekatan yang kurang optimal akan disempurnakan. Tujuannya tetap sama: menekan angka kecelakaan dan meminimalisir korban jiwa di jalan raya Sumatera Barat.

Dengan berakhirnya Operasi Keselamatan Singgalang 2026, harapan besar kini tertuju pada keberlanjutan disiplin masyarakat. Penurunan fatalitas sebesar 27 persen bukan sekadar angka statistik, melainkan gambaran bahwa perubahan perilaku di jalan raya benar-benar mungkin terjadi ketika semua pihak bergerak bersama.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Selasa, 10 Februari 2026

Kurang dari 72 Jam, Komando Tegas AKBP Agung Tribawanto Bawa Satreskrim Ringkus Pelaku

 

Pasaman Barat — Wajah ketegasan kepolisian kembali terlihat di wilayah ujung barat Sumatera Barat. Di bawah komando Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., jajaran Satreskrim bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan disertai pencurian yang mengguncang warga Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka. Penanganan terukur dan respons tanpa jeda membuat perkara ini terang hanya dalam hitungan kurang dari tiga hari.

Korban diketahui bernama Khoiron Lubis (65), seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara, yang ditemukan tak bernyawa di pondok kebunnya di Jorong Aek Geringging pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026. Peristiwa tersebut sempat menimbulkan keresahan karena terjadi di kawasan yang relatif tenang dan jauh dari pusat keramaian.

Begitu laporan diterima, AKBP Agung Tribawanto langsung mengambil alih kendali arah penyelidikan. Ia memerintahkan seluruh unsur reskrim bergerak terpadu, memastikan setiap prosedur berjalan cepat namun tetap presisi. Baginya, pengungkapan pembunuhan bukan sekadar memburu pelaku, melainkan wujud nyata negara hadir memberi kepastian hukum bagi keluarga korban dan masyarakat luas.

Melalui Kasat Reskrim Iptu Habib Fuad Alhafsi, Kapolres menegaskan bahwa setiap nyawa warga adalah tanggung jawab yang tak bisa ditawar. Arahan tersebut menjadi garis komando yang diterjemahkan personel di lapangan melalui olah tempat kejadian perkara secara detail, penguatan bukti forensik oleh tim Inafis, hingga pendalaman latar belakang relasi korban.

Hasil kerja sistematis itu mengarah pada sosok berinisial NJ (39), mantan pekerja kebun korban. Dari penyelidikan terungkap, pelaku awalnya berniat mencuri sepeda motor. Situasi berubah brutal saat aksinya diketahui korban, berujung pada kekerasan yang menghilangkan nyawa. Motif berkembang dari niat pencurian menjadi tindak pembunuhan.

AKBP Agung Tribawanto tak memberi ruang jeda. Ia memerintahkan pelacakan intensif terhadap jejak pelarian pelaku yang diduga bergerak keluar lokasi kejadian. Tim Opsnal Satreskrim dipimpin Ipda Algino Ganaro menyisir jalur-jalur lintas antarwilayah, memadukan informasi lapangan dan pemetaan pergerakan.

Upaya itu berbuah cepat. Kurang dari 72 jam sejak kejadian, pelaku terlacak berada di wilayah Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan. Ia akhirnya dibekuk di sebuah warung kopi di jalur lintas Sumatera tanpa perlawanan. Penangkapan tersebut sempat disaksikan warga sekitar yang memberi apresiasi atas gerak cepat aparat.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sepeda motor milik korban yang telah diubah tampilannya, satu unit telepon genggam, serta sejumlah barang bukti lain yang memperkuat konstruksi perkara. Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dan menyebut sakit hati terkait persoalan upah kerja sebagai pemicu emosi.

Kapolres memastikan proses hukum berjalan transparan dan profesional. Pelaku dijerat ketentuan dalam KUHP terbaru terkait pembunuhan berencana, dengan ancaman pidana berat hingga penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun.

Keberhasilan ini mempertegas gaya kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto yang menempatkan kecepatan respons, ketelitian penyidikan, dan kepastian hukum dalam satu tarikan garis. Di wilayah dengan tantangan geografis yang tak ringan, Polres Pasaman Barat menunjukkan bahwa kejahatan tetap dapat dikejar hingga tuntas.

Pesan yang tersampaikan jelas: tidak ada ruang aman bagi pelaku kejahatan. Negara hadir, hukum berjalan, dan rasa aman masyarakat menjadi prioritas utama.

EYS

Senin, 09 Februari 2026

AKBP Agung Tribawanto: Pers Sehat Fondasi Bangsa Kuat dan Ekonomi Berdaulat

 

PASAMAN BARAT – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2026 menjadi panggung refleksi penting tentang arah demokrasi dan kualitas ruang publik di Indonesia. Dari Pasaman Barat, suara penegasan itu datang dari Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., yang memaknai HPN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat fondasi etika dan integritas pers di tengah derasnya arus informasi digital.

Bagi AKBP Agung Tribawanto, posisi pers hari ini jauh melampaui fungsi informatif. Ia melihat pers sebagai salah satu penentu kesehatan nalar publik. Ketika informasi disajikan secara jujur, berimbang, dan terverifikasi, masyarakat memiliki pijakan rasional dalam menyikapi isu sosial, hukum, hingga kebijakan publik. Sebaliknya, informasi yang kabur dan tidak teruji justru berpotensi mengaburkan kebenaran serta memicu kegaduhan sosial.

Mengusung tema nasional “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat,” AKBP Agung Tribawanto menilai benang merahnya terletak pada kepercayaan publik. Menurutnya, kepercayaan adalah mata uang utama pers. Tanpa integritas, media akan kehilangan daya pengaruh moralnya. Tanpa kepercayaan, ruang publik mudah dikuasai narasi liar yang tak berpijak pada fakta.

Ia menekankan, di era media sosial yang serba cepat, tantangan terbesar insan pers bukan lagi sekadar memperoleh informasi, tetapi menjaga disiplin verifikasi. Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi. Sensasi tidak boleh menggeser tanggung jawab moral. Dalam pandangannya, keteguhan memegang etika jurnalistik justru menjadi pembeda utama antara pers profesional dan arus informasi tanpa kendali.

Dalam konteks hubungan kelembagaan, AKBP Agung Tribawanto memandang kemitraan Polri dan pers sebagai relasi strategis yang dilandasi saling menghormati fungsi. Pers menjalankan kontrol sosial dan menyuarakan kepentingan publik, sementara Polri berkewajiban menghadirkan keterbukaan informasi serta akuntabilitas dalam setiap langkah penegakan hukum. Keseimbangan inilah yang menjaga demokrasi tetap sehat.

Ia juga memberi penekanan khusus pada peran kritik. Menurutnya, kritik yang dibangun di atas data dan niat baik bukan ancaman, melainkan energi pembenahan institusi. Dalam sudut pandang tersebut, pers berfungsi sebagai cermin, bukan lawan. Semakin jernih cermin itu, semakin jelas pula arah perbaikan yang bisa ditempuh.

AKBP Agung Tribawanto mengapresiasi insan pers yang selama ini konsisten mengedepankan edukasi publik, mengurai persoalan secara proporsional, serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan sensasional. Ia menyebut sikap tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata pers dalam menjaga stabilitas sosial.

Stabilitas sosial, menurutnya, bukan hanya soal keamanan, tetapi juga soal kualitas percakapan publik. Ketika masyarakat memperoleh informasi yang mencerahkan, ruang dialog menjadi lebih rasional. Dari ruang publik yang rasional itulah lahir iklim kondusif bagi pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan penguatan kedaulatan bangsa.

Di momen HPN 2026, Polres Pasaman Barat juga menegaskan komitmen memperkuat komunikasi dengan media. Transparansi informasi, pelayanan yang humanis, serta keterbukaan terhadap konfirmasi menjadi prinsip yang terus didorong. Langkah itu diyakini dapat mempersempit ruang spekulasi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Peringatan HPN kali ini, dalam pandangan AKBP Agung Tribawanto, seharusnya menjadi pengingat kolektif bahwa pers adalah penjaga akal sehat bangsa. Di tengah dinamika sosial dan tantangan zaman, kehadiran pers yang independen, profesional, dan beretika bukan hanya kebutuhan dunia jurnalistik, tetapi kebutuhan negara.

Semangat itulah yang diharapkan terus hidup, bukan hanya setiap 9 Februari, melainkan dalam setiap kerja jurnalistik yang menyentuh ruang publik Indonesia.

EYS

Jumat, 06 Februari 2026

AKBP Agung Tribawanto dan Dandim 0305/Pasaman Jaga Pasaman Barat Tetap Kondusif

 

PASAMAN BARAT | Menjaga keamanan daerah bukan semata soal kehadiran aparat, tetapi tentang bagaimana negara hadir dengan cara yang tepat. Di Pasaman Barat, pendekatan itu tampak dari kepemimpinan Kapolres AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., yang memilih jalan kerja sama dan komunikasi sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas wilayah.

Dalam berbagai momentum pemerintahan daerah, kegiatan masyarakat, hingga agenda strategis lainnya, Kapolres Pasaman Barat kerap terlihat berdampingan dengan unsur TNI. Sinergi yang terbangun bersama Dandim 0305/Pasaman Letkol Inf Darmawan Hendra Wijaya dijaga dalam suasana profesional, tenang, dan saling menghormati peran masing-masing.

Bagi AKBP Agung Tribawanto, kolaborasi antara Polri dan TNI bukanlah formalitas. Ia memandangnya sebagai kebutuhan nyata di lapangan, terutama dalam wilayah yang dinamis dan beragam seperti Pasaman Barat. Koordinasi yang baik dinilai mampu mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

“Kami bekerja untuk masyarakat yang sama. Karena itu, komunikasi dan kebersamaan menjadi kunci agar setiap persoalan bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat,” ujar AKBP Agung Tribawanto dalam salah satu kesempatan.

Pendekatan tersebut tercermin dalam pola pengamanan berbagai kegiatan daerah. Kapolres lebih mengedepankan langkah pencegahan, dialog, dan kehadiran langsung, tanpa mengurangi ketegasan ketika aturan hukum harus ditegakkan.

Dalam menjalankan tugas, AKBP Agung Tribawanto menempatkan kemanusiaan sebagai bagian dari penegakan hukum. Ia percaya bahwa hukum yang baik adalah hukum yang mampu dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan yang menimbulkan jarak atau ketakutan.

“Hukum harus memberi rasa aman dan keadilan. Kalau masyarakat merasa dilindungi, mereka akan ikut menjaga lingkungannya,” katanya.

Sinergi dengan Dandim 0305/Pasaman juga memperkuat efektivitas langkah-langkah pengamanan di lapangan. Dengan komunikasi yang terjaga, setiap potensi persoalan dapat dibahas dan disikapi secara bersama, sehingga keputusan yang diambil lebih terukur.

Kehadiran Kapolres di tengah masyarakat tidak hanya terlihat dalam agenda formal. Ia kerap turun langsung ke lapangan, berdialog dengan warga, mendengar keluhan, dan menyerap aspirasi secara terbuka. Cara ini dipandang lebih efektif untuk memahami kondisi riil masyarakat.

Dalam banyak kesempatan, warga menyampaikan berbagai persoalan sosial dan keamanan yang mereka hadapi sehari-hari. Bagi Kapolres, mendengar langsung dari masyarakat adalah bagian penting dari tugas kepolisian yang tidak bisa digantikan oleh laporan di atas meja.

Pendekatan tersebut perlahan membangun kepercayaan publik. Aparat dirasakan hadir bukan hanya ketika terjadi masalah, tetapi juga dalam upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

Kerja sama Polri dan TNI di Pasaman Barat juga memberi pesan kuat bahwa aparat negara berdiri dalam satu barisan untuk kepentingan masyarakat. Sinergi ini menciptakan suasana yang lebih kondusif tanpa harus menampilkan kekuatan secara berlebihan.

AKBP Agung Tribawanto menyadari bahwa menjaga keamanan adalah proses jangka panjang. Dibutuhkan konsistensi, kesabaran, dan keterbukaan dalam membangun hubungan dengan masyarakat serta lintas institusi.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai mitra utama aparat. Tanpa dukungan warga, upaya menjaga keamanan tidak akan berjalan optimal.

Ke depan, Kapolres Pasaman Barat berharap sinergi bersama Dandim 0305/Pasaman dapat terus diperkuat, seiring dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Dengan pendekatan yang sejuk, terukur, dan berorientasi pada kerja nyata, AKBP Agung Tribawanto berupaya memastikan Pasaman Barat tetap aman, tertib, dan kondusif, tanpa kehilangan sisi kemanusiaan dalam setiap langkah penegakan hukum.

Catatan Redaksi

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Kapolres Pasaman Barat Jamin Ketahanan Pangan Daerah di Ambang Ramadan

 

PASAMAN BARAT | Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, pengamanan pangan menjadi perhatian serius di Kabupaten Pasaman Barat. Di bawah arahan Kapolres Pasaman Barat, Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pangan memperkuat pengawasan terhadap ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara wajar.

Pengawasan teknis di lapangan dilaksanakan oleh Satgas Saber Pangan Kabupaten Pasaman Barat yang dipimpin Ketua Pelaksana sekaligus Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat, Iptu Habib Fuad Alhafsi. Kegiatan ini difokuskan pada upaya pencegahan penimbunan, permainan harga, serta praktik distribusi ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan selama bulan suci.

Menurut Iptu Habib Fuad Alhafsi, pengawasan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Pasaman Barat dalam menjaga stabilitas pangan melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi pasar tetap kondusif dan daya beli masyarakat terjaga.

Sejumlah titik strategis menjadi sasaran pengawasan, mulai dari ritel modern hingga toko-toko bahan pokok tradisional. Satgas menyasar lokasi-lokasi yang memiliki peran penting dalam rantai distribusi pangan di wilayah Kecamatan Pasaman dan sekitarnya.

Dalam pelaksanaannya, Satgas melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan stok, harga jual di tingkat pedagang, serta kelancaran distribusi berbagai komoditas strategis. Bahan pokok yang diawasi meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging ayam, daging sapi, dan kebutuhan pangan utama lainnya.

Hasil pemantauan sementara menunjukkan bahwa secara umum ketersediaan bahan pokok di Pasaman Barat masih dalam kondisi mencukupi dan harga relatif stabil. Meski demikian, Satgas masih menemukan beberapa komoditas yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Satgas Saber Pangan menegaskan akan melakukan pembinaan sekaligus penindakan tegas terhadap pelaku usaha yang terbukti melakukan penimbunan atau menaikkan harga secara tidak wajar. Penegakan aturan ini dilakukan untuk menciptakan iklim perdagangan yang sehat dan berkeadilan.

Selain pendekatan penegakan hukum, Satgas juga mengedepankan langkah persuasif. Para pedagang diingatkan agar tetap mematuhi ketentuan harga dan tidak memanfaatkan momentum Ramadan untuk meraih keuntungan berlebihan yang dapat merugikan konsumen.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan. Warga juga diminta berperan aktif dengan melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi pelanggaran di bidang pangan.

Pengawasan oleh Satgas Saber Pangan akan terus dilakukan secara berkala maupun insidentil. Polres Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan pangan daerah agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang, aman, dan penuh keberkahan.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Dari Kedalaman 50 Meter, Harapan Baru Mengalir untuk Warga Sekolah di Gunung Pangilun

Padang – Upaya percepatan pemulihan pascabencana kembali diperlihatkan melalui aksi nyata Lanud Sutan Sjahrir yang menyasar langsung kebutuhan mendasar dunia pendidikan. Di tengah kondisi pasokan air PDAM yang keruh dan berdebit kecil, TNI Angkatan Udara mengambil langkah konkret dengan membangun sumber air bersih berupa sumur bor di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Padang, Jumat (6/2/2026).

Program ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas kesulitan yang dirasakan siswa dan tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas harian. Keterbatasan air bersih sebelumnya berdampak pada proses belajar mengajar, kebersihan lingkungan sekolah, hingga pelaksanaan ibadah salat berjamaah yang menjadi bagian penting dari rutinitas madrasah.

Berlokasi di Jalan Gunung Pangilun No. 4, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, pengeboran dilakukan hingga kedalaman sekitar 50 meter. Dari titik tersebut, air bersih dengan debit mencukupi berhasil ditemukan. Hasil ini memastikan kebutuhan air bagi warga sekolah dapat terpenuhi secara berkelanjutan, tidak lagi bergantung pada kondisi distribusi air yang tidak stabil.

Komandan Lanud Sutan Sjahrir, Kolonel Nav Wahyu Bintoro, menegaskan bahwa keterlibatan TNI AU dalam program ini merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan sekaligus dukungan terhadap sektor pendidikan. Menurutnya, ketersediaan air bersih adalah fondasi penting bagi terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan layak.

Ia menekankan bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan spiritualitas. Karena itu, fasilitas dasar seperti air bersih harus terjamin agar siswa dapat belajar dengan nyaman, menjaga kebersihan, serta menjalankan ibadah tanpa hambatan.

Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi bersama relawan Sinergi Kebaikan Bersama serta dukungan masyarakat sekitar. Sinergi tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana akan lebih efektif ketika unsur militer, relawan, dan warga bergerak dalam satu tujuan yang sama.

Kehadiran sumur bor ini kini menjadi sumber harapan baru bagi MIN 3 Padang. Bukan hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang yang berdampak pada kesehatan, kenyamanan, dan kesejahteraan seluruh warga sekolah serta lingkungan sekitar.

Langkah Lanud Sutan Sjahrir tersebut sekaligus menegaskan peran TNI Angkatan Udara yang tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan udara, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat melalui aksi sosial dan kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan paling dasar.

EYS

Senin, 02 Februari 2026

Dirlantas Polda Sumbar: Ops Singgalang 2026 Bukan Sekadar Razia, Tapi Edukasi Keselamatan

 

SUMBAR | Operasi Keselamatan Singgalang 2026 resmi digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Sumatera Barat. Operasi yang berlangsung selama dua pekan, mulai 2 hingga 15 Februari 2026 ini, berada di bawah kendali langsung Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar dengan fokus utama menciptakan kondisi kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Ops Keselamatan Singgalang bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan langkah strategis untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang masih menjadi persoalan serius di Sumatera Barat.

Menurut Dirlantas, operasi ini menitikberatkan pada upaya preemtif dan preventif yang humanis, disertai penegakan hukum secara selektif terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat agar patuh terhadap aturan berlalu lintas.

Kombes Pol Reza menjelaskan, selama operasi berlangsung, personel Ditlantas bersama jajaran Satlantas Polres akan aktif melakukan edukasi langsung kepada pengguna jalan, mulai dari pengendara roda dua, roda empat, hingga angkutan umum dan kendaraan barang. Sosialisasi dilakukan di titik-titik rawan kecelakaan, kawasan padat lalu lintas, serta pusat aktivitas masyarakat.

“Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Kami ingin masyarakat memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan karena takut ditilang, tetapi karena sadar bahwa satu pelanggaran kecil bisa berujung pada hilangnya nyawa,” tegas Dirlantas Polda Sumbar.

Selain edukasi, Dirlantas juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan lalu lintas. Selama Ops Keselamatan Singgalang 2026, jajarannya diminta untuk melakukan pemetaan lokasi rawan kecelakaan dan rawan kemacetan, termasuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Operasi ini juga menyasar pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, serta kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan. Kombes Pol Reza menegaskan bahwa penindakan dilakukan secara profesional dan proporsional, tanpa mengabaikan sisi edukatif.

Di bawah arahan Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, Ops Keselamatan Singgalang 2026 menjadi bagian dari upaya besar Polda Sumbar dalam membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan. Kapolda menaruh perhatian khusus pada peran Ditlantas sebagai garda terdepan keselamatan jalan raya.

Dirlantas Polda Sumbar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mendukung keberhasilan operasi ini, termasuk komunitas otomotif, pelajar, mahasiswa, serta pengelola transportasi umum. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama terciptanya lalu lintas yang aman dan beradab.

Kombes Pol Reza menambahkan, hasil dari Ops Keselamatan Singgalang 2026 akan menjadi indikator awal kesiapan lalu lintas Sumatera Barat menghadapi Ops Ketupat 2026. Oleh karena itu, setiap personel diminta bekerja maksimal, disiplin, dan mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Target kami jelas, menurunnya angka kecelakaan dan meningkatnya kesadaran masyarakat. Jika ini tercapai, maka Sumatera Barat akan lebih siap menyambut arus mudik dan balik dengan kondisi lalu lintas yang aman dan terkendali,” pungkas Dirlantas Polda Sumbar.

Ops Keselamatan Singgalang 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini, sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di jalan raya.

TIM RMO

Dengan Pendekatan Humanis, AKBP Agung Tribawanto Jalankan Operasi Keselamatan Singgalang 2026

 

Pasaman Barat | Kepolisian Resor Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Singgalang 2026 yang digelar di halaman Mapolres Pasaman Barat. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya operasi kepolisian yang berfokus pada keselamatan manusia sebagai prioritas utama dalam berlalu lintas. (Senin, 02 Februari 2026)

Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K, Operasi Keselamatan Singgalang 2026 tidak dimaknai sebagai kegiatan seremonial ataupun sekadar penegakan aturan, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran bersama antara polisi dan masyarakat demi keselamatan di jalan raya.

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polres Pasaman Barat Kompol Muzhendra, yang membacakan amanat Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA. Dalam amanatnya, Kapolda menekankan bahwa Polri memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menciptakan keamanan, ketertiban, serta keselamatan lalu lintas yang kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kapolda Sumbar menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya urusan aparat, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dibangun melalui pendekatan sistematis, berkelanjutan, dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun elemen masyarakat.

Menindaklanjuti amanat tersebut, Kapolres AKBP Agung Tribawanto menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Singgalang 2026 dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai Senin, 02 Februari hingga 15 Februari 2026 di seluruh wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

Menurut Kapolres, operasi ini lebih mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, dengan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat. Penegakan hukum tetap dilakukan, namun sebagai langkah terakhir terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa polisi tidak ingin hadir sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai mitra masyarakat yang peduli terhadap keselamatan pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki.

Operasi Keselamatan Singgalang 2026 menyasar sejumlah pelanggaran prioritas, seperti pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm standar SNI, tidak mengenakan sabuk pengaman, berboncengan lebih dari satu orang, hingga melawan arus lalu lintas.

Selain itu, sasaran lain meliputi pengendara yang berkendara dalam pengaruh alkohol, melebihi batas kecepatan, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi, serta kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) yang membahayakan keselamatan publik.

Kapolres juga memaparkan data evaluasi tahun sebelumnya sebagai bahan refleksi bersama. Terjadi penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas, yang menunjukkan bahwa pendekatan persuasif dan edukatif mulai memberikan dampak positif terhadap kesadaran masyarakat.

Meski demikian, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, AKBP Agung Tribawanto menekankan bahwa keberhasilan operasi ini tidak diukur dari banyaknya tilang, melainkan dari menurunnya angka kecelakaan dan korban jiwa.

Dalam arahannya, Kapolres meminta seluruh personel yang terlibat, khususnya di bawah kendali Kasat Lantas AKP Nanin Aprilia Fitriani, untuk tetap menjaga sikap santun, ramah, dan humanis dalam setiap interaksi dengan masyarakat.

Ia juga mendorong personel agar aktif memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas secara langsung maupun melalui media sosial, sehingga pesan keselamatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara luas.

Bagi AKBP Agung Tribawanto, keselamatan di jalan raya adalah hak dasar warga negara yang harus dijaga bersama, dan kehadiran polisi adalah untuk memastikan hak tersebut benar-benar terlindungi.

Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Singgalang 2026 ini diikuti oleh jajaran pejabat utama Polres Pasaman Barat, personel Polri, unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta elemen pendukung lainnya sebagai simbol kuatnya sinergi lintas sektor.

Melalui Operasi Keselamatan Singgalang 2026, Polres Pasaman Barat berharap tercipta budaya tertib berlalu lintas yang tumbuh dari kesadaran, bukan keterpaksaan, demi keselamatan bersama dan masa depan generasi yang lebih aman di jalan raya.

TIM RMO

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi