NETIZEN MUDA

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Senin, 02 Februari 2026

Dirlantas Polda Sumbar: Ops Singgalang 2026 Bukan Sekadar Razia, Tapi Edukasi Keselamatan

 

SUMBAR | Operasi Keselamatan Singgalang 2026 resmi digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Sumatera Barat. Operasi yang berlangsung selama dua pekan, mulai 2 hingga 15 Februari 2026 ini, berada di bawah kendali langsung Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar dengan fokus utama menciptakan kondisi kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Ops Keselamatan Singgalang bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan langkah strategis untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang masih menjadi persoalan serius di Sumatera Barat.

Menurut Dirlantas, operasi ini menitikberatkan pada upaya preemtif dan preventif yang humanis, disertai penegakan hukum secara selektif terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat agar patuh terhadap aturan berlalu lintas.

Kombes Pol Reza menjelaskan, selama operasi berlangsung, personel Ditlantas bersama jajaran Satlantas Polres akan aktif melakukan edukasi langsung kepada pengguna jalan, mulai dari pengendara roda dua, roda empat, hingga angkutan umum dan kendaraan barang. Sosialisasi dilakukan di titik-titik rawan kecelakaan, kawasan padat lalu lintas, serta pusat aktivitas masyarakat.

“Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Kami ingin masyarakat memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan karena takut ditilang, tetapi karena sadar bahwa satu pelanggaran kecil bisa berujung pada hilangnya nyawa,” tegas Dirlantas Polda Sumbar.

Selain edukasi, Dirlantas juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan lalu lintas. Selama Ops Keselamatan Singgalang 2026, jajarannya diminta untuk melakukan pemetaan lokasi rawan kecelakaan dan rawan kemacetan, termasuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Operasi ini juga menyasar pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, serta kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan. Kombes Pol Reza menegaskan bahwa penindakan dilakukan secara profesional dan proporsional, tanpa mengabaikan sisi edukatif.

Di bawah arahan Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, Ops Keselamatan Singgalang 2026 menjadi bagian dari upaya besar Polda Sumbar dalam membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan. Kapolda menaruh perhatian khusus pada peran Ditlantas sebagai garda terdepan keselamatan jalan raya.

Dirlantas Polda Sumbar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mendukung keberhasilan operasi ini, termasuk komunitas otomotif, pelajar, mahasiswa, serta pengelola transportasi umum. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama terciptanya lalu lintas yang aman dan beradab.

Kombes Pol Reza menambahkan, hasil dari Ops Keselamatan Singgalang 2026 akan menjadi indikator awal kesiapan lalu lintas Sumatera Barat menghadapi Ops Ketupat 2026. Oleh karena itu, setiap personel diminta bekerja maksimal, disiplin, dan mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Target kami jelas, menurunnya angka kecelakaan dan meningkatnya kesadaran masyarakat. Jika ini tercapai, maka Sumatera Barat akan lebih siap menyambut arus mudik dan balik dengan kondisi lalu lintas yang aman dan terkendali,” pungkas Dirlantas Polda Sumbar.

Ops Keselamatan Singgalang 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini, sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di jalan raya.

TIM RMO

Dengan Pendekatan Humanis, AKBP Agung Tribawanto Jalankan Operasi Keselamatan Singgalang 2026

 

Pasaman Barat | Kepolisian Resor Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Singgalang 2026 yang digelar di halaman Mapolres Pasaman Barat. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya operasi kepolisian yang berfokus pada keselamatan manusia sebagai prioritas utama dalam berlalu lintas. (Senin, 02 Februari 2026)

Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K, Operasi Keselamatan Singgalang 2026 tidak dimaknai sebagai kegiatan seremonial ataupun sekadar penegakan aturan, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran bersama antara polisi dan masyarakat demi keselamatan di jalan raya.

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polres Pasaman Barat Kompol Muzhendra, yang membacakan amanat Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA. Dalam amanatnya, Kapolda menekankan bahwa Polri memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menciptakan keamanan, ketertiban, serta keselamatan lalu lintas yang kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kapolda Sumbar menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya urusan aparat, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dibangun melalui pendekatan sistematis, berkelanjutan, dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun elemen masyarakat.

Menindaklanjuti amanat tersebut, Kapolres AKBP Agung Tribawanto menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Singgalang 2026 dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai Senin, 02 Februari hingga 15 Februari 2026 di seluruh wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

Menurut Kapolres, operasi ini lebih mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, dengan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat. Penegakan hukum tetap dilakukan, namun sebagai langkah terakhir terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa polisi tidak ingin hadir sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai mitra masyarakat yang peduli terhadap keselamatan pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki.

Operasi Keselamatan Singgalang 2026 menyasar sejumlah pelanggaran prioritas, seperti pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm standar SNI, tidak mengenakan sabuk pengaman, berboncengan lebih dari satu orang, hingga melawan arus lalu lintas.

Selain itu, sasaran lain meliputi pengendara yang berkendara dalam pengaruh alkohol, melebihi batas kecepatan, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi, serta kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) yang membahayakan keselamatan publik.

Kapolres juga memaparkan data evaluasi tahun sebelumnya sebagai bahan refleksi bersama. Terjadi penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas, yang menunjukkan bahwa pendekatan persuasif dan edukatif mulai memberikan dampak positif terhadap kesadaran masyarakat.

Meski demikian, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, AKBP Agung Tribawanto menekankan bahwa keberhasilan operasi ini tidak diukur dari banyaknya tilang, melainkan dari menurunnya angka kecelakaan dan korban jiwa.

Dalam arahannya, Kapolres meminta seluruh personel yang terlibat, khususnya di bawah kendali Kasat Lantas AKP Nanin Aprilia Fitriani, untuk tetap menjaga sikap santun, ramah, dan humanis dalam setiap interaksi dengan masyarakat.

Ia juga mendorong personel agar aktif memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas secara langsung maupun melalui media sosial, sehingga pesan keselamatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara luas.

Bagi AKBP Agung Tribawanto, keselamatan di jalan raya adalah hak dasar warga negara yang harus dijaga bersama, dan kehadiran polisi adalah untuk memastikan hak tersebut benar-benar terlindungi.

Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Singgalang 2026 ini diikuti oleh jajaran pejabat utama Polres Pasaman Barat, personel Polri, unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta elemen pendukung lainnya sebagai simbol kuatnya sinergi lintas sektor.

Melalui Operasi Keselamatan Singgalang 2026, Polres Pasaman Barat berharap tercipta budaya tertib berlalu lintas yang tumbuh dari kesadaran, bukan keterpaksaan, demi keselamatan bersama dan masa depan generasi yang lebih aman di jalan raya.

TIM RMO

Jumat, 30 Januari 2026

Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq: Operasi Keselamatan Singgalang 2026 Bukan Sekadar Penindakan, Tapi Edukasi Masyarakat

 


SUMBAR | Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Keselamatan Singgalang 2026 sebagai langkah awal memantapkan kesiapan personel dan strategi pengamanan lalu lintas. Kegiatan ini menjadi fondasi penting sebelum Operasi Keselamatan Singgalang 2026 resmi dilaksanakan di seluruh wilayah Sumbar.

Latpraops tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., serta diikuti jajaran perwira dan personel lalu lintas dari berbagai satuan kerja dan satuan wilayah. Kehadiran pimpinan secara langsung memberikan energi dan penekanan kuat terhadap pentingnya profesionalisme dalam bertugas.

Dalam arahannya, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Singgalang 2026 bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan upaya nyata Polri dalam melindungi keselamatan masyarakat di jalan raya. Menurutnya, keselamatan lalu lintas menyangkut nyawa manusia dan harus dipandang sebagai isu kemanusiaan.

Ia menekankan agar seluruh personel lalu lintas mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan edukatif. Penindakan hukum tetap dilakukan, namun harus menjadi langkah terakhir setelah upaya pembinaan dan penyadaran kepada masyarakat dilakukan secara maksimal.

Latpraops ini juga menjadi sarana penyamaan persepsi bagi seluruh personel agar memiliki pemahaman yang sama terkait tujuan, sasaran, serta cara bertindak selama operasi berlangsung. Keseragaman pola pikir dinilai penting untuk menghindari kesalahan prosedur di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima paparan analisis situasi lalu lintas di wilayah Sumatera Barat. Berbagai potensi kerawanan, mulai dari pelanggaran kasat mata, rendahnya disiplin berlalu lintas, hingga titik rawan kecelakaan, menjadi bahan pembahasan utama.

Materi tentang cara bertindak (CB), mekanisme penegakan hukum, serta etika pelayanan publik disampaikan secara mendalam. Personel diingatkan agar selalu menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Latpraops Keselamatan Singgalang 2026 juga dimanfaatkan sebagai forum evaluasi terhadap pelaksanaan operasi serupa pada tahun sebelumnya. Pengalaman dan dinamika di lapangan dijadikan bahan refleksi guna menyempurnakan strategi operasi ke depan.

Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa personel lalu lintas harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat. Disiplin, sikap santun, serta ketegasan yang berkeadilan diyakini akan membangun kepercayaan publik terhadap Polri.

Operasi Keselamatan Singgalang 2026 dirancang untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas secara signifikan. Upaya edukasi melalui sosialisasi dan imbauan akan terus digencarkan, seiring dengan penegakan hukum yang konsisten dan terukur.

Selain itu, operasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Jalan raya bukan hanya ruang mobilitas, tetapi ruang bersama yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Dengan pelaksanaan Latpraops ini, Ditlantas Polda Sumbar optimistis seluruh personel siap melaksanakan Operasi Keselamatan Singgalang 2026 secara maksimal. Kesiapan mental, teknis, dan sikap pelayanan menjadi kunci keberhasilan operasi.

Ditlantas Polda Sumbar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif mendukung pelaksanaan operasi. Sinergi antara polisi dan masyarakat diyakini mampu menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.

Melalui Operasi Keselamatan Singgalang 2026, Polda Sumbar berharap tercipta kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Rabu, 28 Januari 2026

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. Perkuat Kedekatan Polisi dan Masyarakat Lewat Polantas Menyapa

 

PASAMAN BARAT | Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., Polres Pasaman Barat terus mendorong perubahan paradigma pelayanan kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas. Salah satu langkah konkret yang kini dijalankan adalah peluncuran program “Polantas Menyapa”, sebuah inovasi humanis yang menempatkan polisi lalu lintas lebih dekat dengan masyarakat.

AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. menegaskan bahwa kehadiran Polantas tidak boleh semata-mata identik dengan penindakan dan sanksi. Menurut Kapolres, polisi lalu lintas harus mampu hadir sebagai sahabat masyarakat, menyapa dengan ramah, mendengarkan keluhan, serta memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas secara persuasif.

Arahan Kapolres tersebut ditindaklanjuti langsung oleh Kasatlantas Polres Pasaman Barat dengan menerjemahkannya ke dalam program “Polantas Menyapa”. Dalam kegiatan ini, personel Satlantas turun langsung ke tengah masyarakat, berdialog santai di ruang publik, serta menyampaikan pesan-pesan tertib berlalu lintas tanpa jarak dan sekat.

Kasatlantas Polres Pasbar menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari visi Kapolres AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. dalam membangun lalu lintas yang berkeselamatan berbasis pendekatan humanis. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan kesadaran masyarakat tumbuh dari pemahaman, bukan karena rasa takut terhadap sanksi.

Melalui “Polantas Menyapa”, Satlantas juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi lalu lintas. Mulai dari titik rawan kecelakaan, perilaku pengguna jalan, hingga persoalan infrastruktur menjadi bahan masukan penting bagi kepolisian untuk perbaikan ke depan.

Kapolres Pasaman Barat menilai, pendekatan seperti ini sejalan dengan semangat transformasi Polri yang Presisi. Polantas diharapkan menjadi wajah terdepan Polri yang mencerminkan profesionalisme, empati, dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat.

Selain berdampak eksternal, program ini juga menjadi sarana evaluasi internal bagi anggota Polantas. Personel diingatkan untuk selalu menjaga etika, tutur kata, dan sikap saat berinteraksi dengan masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian semakin meningkat.

Respons masyarakat terhadap kehadiran Polantas yang menyapa secara langsung pun dinilai positif. Warga merasa lebih nyaman berinteraksi dengan polisi dan tidak ragu menyampaikan permasalahan yang selama ini mereka hadapi di jalan raya.

Kasatlantas Polres Pasbar menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Polres Pasaman Barat di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. untuk menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.

Dengan semangat humanis yang terus digaungkan Kapolres Pasaman Barat, program “Polantas Menyapa” diharapkan menjadi jembatan kuat antara polisi dan masyarakat, sekaligus fondasi dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Pasaman Barat.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Di Bawah Kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, Polres Pasbar Kawal Sosialisasi Pajak Air Permukaan

 

PASAMAN BARAT | Polres Pasaman Barat (Pasbar) di bawah pimpinan Kapolres AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah daerah dengan menghadiri kegiatan Sosialisasi Pemungutan Pajak Air Permukaan yang digelar di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat. Kehadiran Kapolres Pasbar menjadi penanda bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra aktif pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, instansi teknis terkait, pelaku usaha, serta perwakilan masyarakat. Sosialisasi ini menjadi forum penting untuk menyamakan pemahaman mengenai kebijakan pajak daerah, khususnya pajak air permukaan, yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah dan keberlanjutan pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Pasbar AKBP Agung Tribawanto menekankan bahwa pajak tidak boleh dipandang semata sebagai beban, melainkan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam membangun daerah.

“Kami di Polres Pasaman Barat memandang kebijakan pemungutan pajak air permukaan ini bukan semata-mata sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab bersama untuk membangun daerah yang kita cintai ini. Ketika masyarakat memahami tujuan dan manfaatnya, maka kepatuhan akan tumbuh bukan karena takut pada sanksi, melainkan karena kesadaran,” ujar AKBP Agung Tribawanto.

Ia menegaskan bahwa Polri mengambil peran penting dalam memastikan setiap kebijakan berjalan tertib dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialogis menjadi strategi utama Polres Pasbar dalam mengawal implementasi kebijakan daerah.

“Tugas kami bukan hanya menegakkan aturan, tetapi juga mengedukasi, mendampingi, dan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dipahami secara utuh, tidak menimbulkan salah tafsir, dan dilaksanakan dengan rasa keadilan,” lanjutnya.

Di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, Polres Pasaman Barat menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Polri hadir untuk menjaga stabilitas keamanan agar proses pembangunan berjalan kondusif dan berkelanjutan, tanpa gesekan sosial yang dapat merugikan masyarakat luas.

Kapolres Pasbar juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa keamanan, ketertiban, dan pembangunan merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan.

“Keamanan yang kondusif akan mempercepat pembangunan, dan pembangunan yang berjalan baik akan memperkuat stabilitas sosial. Karena itu, Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat untuk saling menguatkan,” tuturnya.

Suasana sosialisasi berlangsung tertib dan interaktif. Peserta mendapatkan penjelasan menyeluruh terkait dasar hukum, mekanisme, serta tujuan pemungutan pajak air permukaan. Diskusi yang terbangun mencerminkan meningkatnya kesadaran bahwa kepatuhan pajak berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur daerah.

Kehadiran langsung Kapolres Pasbar dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan gaya kepemimpinan yang terbuka dan humanis. Polri tidak menjaga jarak dengan masyarakat, melainkan hadir di ruang-ruang dialog untuk mendengar, menjelaskan, dan mencari solusi bersama.

Lebih jauh, AKBP Agung Tribawanto menegaskan komitmen Polres Pasaman Barat untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah secara profesional dan berkeadilan.

“Kami ingin masyarakat melihat Polri sebagai sahabat dan mitra. Jika ada hal-hal yang belum dipahami, mari kita bicarakan bersama. Negara hadir untuk melindungi dan melayani, dan Polri akan selalu berada di barisan terdepan untuk memastikan hal itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Sosialisasi pemungutan pajak air permukaan ini menjadi gambaran nyata bagaimana kolaborasi antara Polri dan pemerintah daerah mampu membangun kepercayaan publik. Dengan komunikasi yang terbuka, pendekatan humanis, dan pengawalan yang konsisten, kebijakan daerah diharapkan dapat berjalan efektif demi kemajuan Pasaman Barat.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Peresmian Gedung Pelayanan BPKB Ditlantas Polda Sumbar Tandai Langkah Besar Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar dalam Reformasi Layanan

 

SUMBAR | Gedung megah berwarna biru itu kini berdiri sebagai simbol perubahan. Di jantung pelayanan lalu lintas Polda Sumatera Barat, sebuah harapan baru resmi dihadirkan untuk masyarakat melalui Peresmian Gedung Pelayanan BPKB Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar. Peresmian ini bukan sekadar seremoni bangunan, tetapi menjadi penanda komitmen kuat Polri dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat.

Momentum penting tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna. Karangan bunga ucapan selamat dan sukses berjajar rapi di halaman gedung, menjadi saksi dukungan berbagai pihak atas hadirnya fasilitas pelayanan baru yang modern dan representatif. Gedung ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan administrasi kendaraan bermotor yang cepat, tertib, dan manusiawi.

Di balik terwujudnya gedung pelayanan ini, sosok Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. tampil sebagai figur sentral. Di bawah kepemimpinannya, Ditlantas Polda Sumbar terus mendorong transformasi pelayanan berbasis kualitas, integritas, dan kepercayaan publik.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Reza menegaskan bahwa pembangunan gedung pelayanan BPKB ini merupakan bagian dari langkah strategis Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga soal kenyamanan, kepastian hukum, dan rasa dihargai bagi setiap warga yang datang mengurus administrasi.

“Gedung ini kami hadirkan sebagai wujud komitmen Ditlantas Polda Sumbar untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, lebih tertib, dan lebih transparan. Harapannya, masyarakat benar-benar merasakan perubahan yang positif,” ujar Kombes Pol Reza dengan nada tegas namun penuh kehangatan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa desain dan tata kelola gedung pelayanan BPKB ini telah disesuaikan dengan standar pelayanan modern. Ruang tunggu yang nyaman, alur pelayanan yang jelas, serta dukungan sarana dan prasarana berbasis teknologi menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja personel dan kepuasan masyarakat.

Peresmian gedung ini juga mencerminkan semangat Polri Presisi yang terus digaungkan. Bagi Ditlantas Polda Sumbar, Presisi bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui langkah nyata yang bisa langsung dirasakan masyarakat. Pelayanan BPKB yang selama ini identik dengan proses panjang dan melelahkan, kini diarahkan menjadi lebih singkat, pasti, dan akuntabel.

Suasana peresmian semakin bermakna dengan hadirnya berbagai elemen, baik dari internal kepolisian maupun mitra kerja. Kebersamaan tersebut menjadi simbol sinergi dalam membangun pelayanan publik yang berintegritas. Gedung ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan administrasi, tetapi juga ruang interaksi yang sehat antara Polri dan masyarakat.

Masyarakat pun menyambut baik kehadiran gedung pelayanan baru ini. Harapan besar disematkan agar pelayanan BPKB di Polda Sumbar semakin mudah diakses, ramah, dan bebas dari praktik yang merugikan. Keberadaan gedung yang representatif diyakini mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Bagi Kombes Pol Reza, peresmian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus terus dijaga dan dievaluasi secara berkelanjutan, seiring dengan tuntutan masyarakat yang semakin kritis dan dinamis.

Gedung Pelayanan BPKB Ditlantas Polda Sumbar kini berdiri sebagai simbol perubahan wajah pelayanan lalu lintas di Ranah Minang. Di bawah kepemimpinan Kombes Pol H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, harapan akan pelayanan yang profesional, modern, dan berkeadilan bukan lagi sekadar janji, tetapi perlahan menjadi kenyataan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

TIM RMO

Kapolda Sumbar Fokus Selamatkan Nyawa Pengguna Jalan, Dirlantas Reza Chairul Akbar Jadi Motor Gerakan Humanis

 

Padang — Arah kebijakan keselamatan berlalu lintas di Sumatera Barat memasuki fase baru. Kapolda Sumbar Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, mulai mematangkan langkah besar lewat persiapan Operasi Keselamatan Singgalang 2026, sebuah operasi yang tidak lagi diposisikan sebatas rutinitas tahunan, melainkan gerakan terstruktur untuk menyelamatkan nyawa di jalan raya.

Di bawah komando Gatot Tri Suryanta, operasi ini dirancang dengan pendekatan yang lebih menyentuh akar persoalan. Ia menilai kecelakaan lalu lintas bukan sekadar soal pelanggaran, tetapi soal budaya, kesadaran, dan kebiasaan masyarakat dalam berkendara. Karena itu, strategi yang dibangun menitikberatkan pada pencegahan sejak dini, edukasi masif, serta penegakan hukum yang tetap tegas namun berimbang.

Peran kunci di lapangan dipercayakan kepada Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. Sosok ini diproyeksikan menjadi ujung tombak implementasi teknis operasi. Pengalaman dan pendekatan humanis yang melekat pada dirinya dinilai selaras dengan arah kebijakan Kapolda: polisi hadir bukan untuk menakut-nakuti, tetapi menuntun masyarakat agar lebih sadar keselamatan.

Dalam skema yang disusun, kehadiran personel lalu lintas tidak hanya terlihat saat penindakan, tetapi juga dalam pola pendekatan persuasif di ruang publik. Jalan raya dipandang sebagai ruang interaksi sosial yang membutuhkan kehadiran aparat secara ramah, komunikatif, dan memberi rasa aman. Penindakan tetap berjalan, terutama terhadap pelanggaran berisiko tinggi, namun dikawal dengan prinsip profesional dan terukur.

Reza Chairul Akbar menyiapkan jajarannya untuk bergerak dengan pola kerja yang lebih adaptif terhadap karakter wilayah Sumatera Barat. Jalur perkotaan yang padat, kawasan wisata, hingga rute pegunungan yang ekstrem menjadi perhatian tersendiri. Setiap titik dinilai memiliki risiko berbeda sehingga pola pengawasan, pengaturan, hingga edukasi disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Fokus pelanggaran prioritas dalam operasi ini mencakup penggunaan helm standar, sabuk pengaman, kelengkapan kendaraan, serta perilaku berkendara yang berpotensi memicu kecelakaan fatal. Namun di balik itu, ada misi lebih besar: membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan karena takut ditilang, melainkan karena peduli pada diri sendiri dan orang lain.

Pendekatan sosialisasi juga diperluas. Polda Sumbar melalui Direktorat Lalu Lintas akan menggandeng media, komunitas otomotif, pelajar, hingga institusi pendidikan untuk menyebarkan pesan keselamatan. Edukasi diposisikan sebagai fondasi jangka panjang, sehingga budaya tertib lalu lintas dapat tumbuh berkelanjutan, tidak berhenti ketika operasi selesai.

Kepemimpinan Gatot Tri Suryanta terlihat menekankan keseimbangan antara ketegasan dan empati. Ia mendorong seluruh personel agar bertindak berintegritas, transparan, serta menjunjung keadilan. Semangat Presisi diterjemahkan dalam tindakan nyata di jalan raya: cepat merespons, tepat sasaran, dan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

Sinergi antara Kapolda dan Dirlantas ini menjadi penopang utama keberhasilan Ops Keselamatan Singgalang 2026. Bukan hanya demi menekan angka kecelakaan, tetapi juga membangun kepercayaan publik bahwa kehadiran polisi di jalan benar-benar untuk melindungi. Di tengah dinamika mobilitas masyarakat yang terus meningkat, langkah ini menjadi pesan kuat bahwa keselamatan adalah prioritas, bukan slogan.

Pada akhirnya, operasi ini membawa harapan lahirnya kebiasaan baru di Ranah Minang: berkendara dengan disiplin sebagai kebutuhan, bukan keterpaksaan. Ketika kesadaran tumbuh, jalan raya bukan lagi ruang ancaman, melainkan ruang aman bagi semua pengguna.

EYS

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi